Hamparan kerikil memenuhi lahan
Sepanjang mata memandang hanya udara berlalu lalang
Kemana ?
Kemana perginya kayu-kayu penopang
Penopang momen keindahan
Penopang segala suka duka
K o s o n g,
Hanya itu yang tampak di pelupuk mata
Kilasan masa itu hanya ada di angan
K o s o n g,
Bagimana mungkin ?
Pertanyaan yang sangat mungkar kepada-Nya,
Ketika Dia telah mengatakan 'Ya' namun masih sulit untuk diterima
Apa, bisa apa makhluk lemah ini?
Meratapi, namun urun menyudahi
K o s o n g,
Benarkah?
Pengandaian selalu muncul dalam benak
Pengandaian menyalahkanku atas takdir ini
K o s ... Hentikan !
Bukan pengandaian yang harus diandalkan
Bukan meratapi yang ingin ku sampaikan
Tetapi, kisah manis di masa itu
Karena, ikhlas menanti hingga ujung waktu
Tidakkah tega diri ini untuk membebaninya?
Kosong hanya sebuah frasa,
Tidak. Tidak sekosong itu
Coba lihat dengan mata hati, bahwa disana terdapat sepenggal kisah yang abadi
Ditemani sepasang malaikatnya, anak itu tumbuh
Malaikat memberinya segala
Menuntunnya bersama
Menjelajahi suasana
Ketiga makhluk itu tampak serasi
Tak ada jalan yang tak berliku
Segala suka dan duka dibagi bersama
Memandangi hijau yang memukau menjadi sebuah kebiasaan
Terlukis dengan indah,
Tempat-tempat yang telah dilalui bersama
Sebuah kenyamanan timbul karena terbiasa
Dan ketika tempat ternyamanmu, dipanggil-Nya...
Darr!
Bukan main, hujan tak akan mampu mengukur kesedihan itu
Mengukur seberapa banyak tetesan jatuh dari pelupuk mata
Terlena, lebih tepat untuk diungkapkan
Bahwasanya semua akan kembali pada-Nya
Bahwa semua makhluk tidak benar-benar saling memiliki
Bahwa semua hanya titipan
Bahwa semua hanyalah ilusi
Bahwa semua, hanya bersinggah di dunia yang fana ini
Bahwa ikhlas yang harus diperjuangkan
Bahwa takdir yang merupakan kenyataan
Sepenggal kalimat terangkai
Tidak apik memang
Namun, setidaknya mampu mewakilkan
Mewakilkan dari sekian banyak momen terekam
Mewakilkan seberapa besar dia mencintainya malaikatnya
Mewakilkan seberapa besar dia kehilangan malaikatnya
Dan,
Menyadarkan bahwa semua tetap kembali pada-Nya
Qeo's [2016/13/07]
------------------
Teruntuk malaikatku di atas sana, semoga ketenangan selalu disisimu.
Tunggu aku, masih banyak hal yang harus kuperbaiki
Masih banyak tugas untuk membahagiakan malaikatku yang lain.
Ketahuilah bahwa engkau akan selalu menjadi malaikat tanpa sayapku, ketika waktu-Nya datang aku akan kembali bersamamu.
Tunggu aku.
No comments:
Post a Comment