Thursday, June 21, 2018

Pendusta


Acapkali lisan menolak,
Seluruh kata yang tak terucap
Dari lubuk yang terdalam,
Dusta

Sungguh itu yang terbaik
Agar terhindar dari semunya harapan
Wahai yang di sana
Tetaplah berusaha
Tak akan sia-sia

Dusta,
Tuk menjaga,
Sampai waktunya tiba,
Tuhan telah menata

Sampai jumpa,
Entah di sisimu,
Atau di hadapanmu,
Wahai yang di sana


#07 Spontan


Menyebut namanya,
Mengagungkannya,
Hamba paling sempurna se-jagat raya
Tiada eluh baginya,
Melainkan demi umatnya

Ya, Habibi
Ya, Rasul kami
Ampunilah kami yang luput atasmu


#06 Spontan


Ku titipkan lantunan doa,
Kepada Sang Pencipta
Dari hamba yang selalu mendamba,
Pada makhluk yang tak sempurna

Pikirku telah digoreskan,
Pada ars-Mu yang pasti
Namun hati kian merana,
Engkaulah yang pertama dan utama

Wahai zat yang Maha Segala,
Jadikanlah hamba mendamba atas-Mu,
Agar hilang rasa lara
Karena pada-Mu lah tempat segala



#05 Spontan



Ada namun tiada,
Asap namun tak berapi,
Rindu namun tak bertemu


Menghamba


Hakikatnya memang begini
Manusia keji dengan penuh puji
Rasa syukur terpatri jika melihat kebesaran ilahi

Sabarlah,
Syukurilah,
Wahai manusia keji yang berselimut dosa
Semoga pertolongan menghampiri,
Bagi hamba yang menghamba



#04 Spontan



Revolusi mental atau mental?
Banyak murid terlantarkan
Banyak pendidik tak sopan
Lantas, apa itu revolusi mental?


Slogan



Tinta emas bukan jaminan, Tuan
Jika banyak mulut kau bungkam
Letihkan diri menghadapi?
Tak berarti jika slogan hanya menghiasi