Wednesday, January 25, 2017

K o s o n g

Hamparan kerikil memenuhi lahan
Sepanjang mata memandang hanya udara berlalu lalang
Kemana ?
Kemana perginya kayu-kayu penopang
Penopang momen keindahan
Penopang segala suka duka

K o s o n g,
Hanya itu yang tampak di pelupuk mata
Kilasan masa itu hanya ada di angan

K o s o n g,
Bagimana mungkin ?
Pertanyaan yang sangat mungkar kepada-Nya,
Ketika Dia telah mengatakan 'Ya' namun masih sulit untuk diterima
Apa, bisa apa makhluk lemah ini?
Meratapi, namun urun menyudahi

K o s o n g,
Benarkah?
Pengandaian selalu muncul dalam benak
Pengandaian menyalahkanku atas takdir ini

K o s ... Hentikan !
Bukan pengandaian yang harus diandalkan
Bukan meratapi yang ingin ku sampaikan
Tetapi, kisah manis di masa itu
Karena, ikhlas menanti hingga ujung waktu
Tidakkah tega diri ini untuk membebaninya?

Kosong hanya sebuah frasa,
Tidak. Tidak sekosong itu
Coba lihat dengan mata hati, bahwa disana terdapat sepenggal kisah yang abadi
Ditemani sepasang malaikatnya, anak itu tumbuh
Malaikat memberinya segala
Menuntunnya bersama
Menjelajahi suasana
Ketiga makhluk itu tampak serasi

Tak ada jalan yang tak berliku
Segala suka dan duka dibagi bersama
Memandangi hijau yang memukau menjadi sebuah kebiasaan
Terlukis dengan indah,
Tempat-tempat yang telah dilalui bersama

Sebuah kenyamanan timbul karena terbiasa
Dan ketika tempat ternyamanmu, dipanggil-Nya...
Darr!
Bukan main, hujan tak akan mampu mengukur kesedihan itu
Mengukur seberapa banyak tetesan jatuh dari pelupuk mata

Terlena, lebih tepat untuk diungkapkan
Bahwasanya semua akan kembali pada-Nya
Bahwa semua makhluk tidak benar-benar saling memiliki
Bahwa semua hanya titipan
Bahwa semua hanyalah ilusi
Bahwa semua, hanya bersinggah di dunia yang fana ini
Bahwa ikhlas yang harus diperjuangkan
Bahwa takdir yang merupakan kenyataan

Sepenggal kalimat terangkai
Tidak apik memang
Namun, setidaknya mampu mewakilkan
Mewakilkan dari sekian banyak momen terekam
Mewakilkan seberapa besar dia mencintainya malaikatnya
Mewakilkan seberapa besar dia kehilangan malaikatnya
Dan,
Menyadarkan bahwa semua tetap kembali pada-Nya


Lepas Landas

Terbaringku beralas rindu
Terpejamku dalam kilatan waktu
Terisakku dalam sendu
Terbuaiku di masa lalu

Tak sanggupku membendungnya
Bertikai dengan diri
Harus kah mengutarakannya ? 
Harus kah aku membendungnya ? 

Kerinduan semakin mendalam 
Keheningan semakin terngiang
Kilatan itu semakin dahsyat
Tekanan datang silih berganti

Sudah lah
Aku ingin menyudahinya
Belenggu masa lalu takkan bisa terlupa
Rindu yang terkadang datang tanpa diundang
Cukup
Hanya cukup untuk dikenang
Enyahlah semua angan-angan akan kebersamaan

Biar kan ku disini
Diam menikmati pahitnya manis
Biar waktu menyelesaikan tugasnya
Dan akan datang saatnya untuk lepas landas



Kasih Tak Hingga

Dia
Sosok yang ku kagumi
Panutan yang baik dalam hidupku
Tangguh dalam guncangan yang menimpa

Satu, dua patah kata takkan cukup
Pengorbanannya begitu berat 
Melawan ego hanya untukku
Menyayat hati karena lisanku

Kau memang bukan malaikat
Jauh dari kata sempurna
Namun sikapmu berkata lain
Hatimu tulus nan suci
Selalu berusaha memberikan yang terbaik
Mengubur semua ketidaksempurnaanmu 

Aku hanya lah sebutir biji jagung 
Tak dapat disandingkan dengan kehebatanmu
Lisan kerap berucap palsu
Emosi kerap menyelubungiku

Maaf
Karena aku masih bergantung padamu
Maaf
Jika aku belum sanggup membahagiakanmu
Maaf
Atas ucap palsu yang kerap ku lontarkan
Maaf 
Karena aku menabung banyak rahasia darimu
Maaf 
Karena aku belum menjadi panutan yang baik bagi adik-adik
Maaf 
Karena sering mengecewakanmu 

Satu yang ku pinta
Entah pantas atau tidak
Atas segala perbuatanku 
Doakan aku, ridhoi aku untuk membahagiakanmu 

Penyesalan datang terlambat
Sedangkan waktu terus bergulir
Biar kan aku memulainya dari nol 
Dengan caraku, aku ingin membahagiankanmu 

Kasih ibu memang tiada tara
Tak terhingga sepanjang masa
Meski badai menerjang
Meski guncangan menghadang
Demi aku, anakmu, kau berusaha membahagiakanku

Terima kasih, ibu. 


Berubah



Termenung kaku di hari biru
Apakah aku pantas ? 
Atas segala dosa tertabung
Engkau tetap menyanyangiku
Image result for insecure cartoon
source: http://s2.favim.com/orig/28/cartoon-confidence-confident
-crying-insecure-Favim.com-238761.gif

Hari-hari kelam telah berlalu
Goresan dosa tetap terukir
Apakah aku mampu? 
Jawab-Nya hanya bisu

Keyakinan membimbingku
Cahya-Nya menuntunku
Sejauh apa pun itu
Setajam liku tebing
Tidak ada kata terlambat untuk berubah 
Tidak ada kata terlambat untuk kembali


Kembali lah Bumiku

Image result for sick earth
source: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/564x/12/31
/c2/1231c205ed78c73353bc774d18d798e2.jpg

Bumi dibasahi air langit
Ricuh daun akannya
Teduh burung di ranting
Tanah lembab menyerapnya

Kala, ya kala itu Bumiku
Ku rindukan Bumiku yang dulu
Kemana perginya hijau nan teduh
Kicauan burung pun bisu

Beton itu menutup pori
Air tak lagi mampu menyerap kedalamnya
Gugur lah ketahanannya
Luapan air tak dapat dicegah

Hilangnya kesadaran
Lalainya perbuatan
Bumiku diambang kehancuran
Bangun lah kepedulian
Hijau bumi terbangunkan

Runtuhnya Hujan

Akhirnya, runtuhlah ketahananmu
Rintik hujan mulai terngiang
Membasahi lerung hatiku
Ku tahu kau takkan mungkin mengelaknya

Senyum hatiku penuh arti
Bersemi lah harapan-harapan baru
Begitu berwarna
Hingga saat ingin kuraih...

Tapi... 
Bagaimana mungkin
Sejuknya udara
Aroma khasmu
Gemercik air 
Terjadi begitu cepat

Hujan mulai berhenti
Bagaimana mungkin? 
Secepat ini kah? 
Hanya singgah kah?
Tidak kah kau ingin menetap?


                                                - Qeo's [20150710]

Mendungmu

Pagi buta 
Menggelapkan relung hati
Kemana perginya terangmu? 
Awan mencegahmu
Tak ada pancaran silaumu
Lalu, disini aku
Termengu dalam mendungmu 
Hanya mampu menatapmu
Hanya mampu memandangi kebersamaanmu dengan awan biru

                  


                                                 Qeo's [20150710]

Cheer Up

Hi, how do you do? Hope you're in good condition right now. Wow it's been 3years since i posted in this blog.
Why do i changed the link? I want to be like misteriously so that no one will never know it is evie oktafia's blog before visit it haha *evil laugh*

Cheer, don't give up!
By the way, i will (mostly) post about poetry. I don't know since when i love to write poems. Hope you'll enjoy.

But...  I dont really want my blog will be visited by many people. If you like, enjoy and appreciate my poems don't forget to follow.