Sunday, March 12, 2017

Jerat Lekat

Waktu terus berjalan
Jam terus berdetak
Bumi terus berputar
Bahkan angin tetap berhempus

Aku...
Bagaimana denganku?
Sejenak berdiam pada waktu yang terus berjalan
Hingga tanpa kusadari, aku tak pernah bergerak
Stagnan dalam biasnya keceriaan

Kerap kali ku bertanya
Kemanakah kaki ini harus melangkah
Bagaimana aku bisa melangkah
Sedangkan jeratan ini begitu lekat

Hingga ku lihat seekor burung
Sekuat tenaga berupaya lepas dari jeratan perangkap
Tanpa keluh kesah, berupaya dengan kuatnya
Tertohok aku karenanya

Bagaimana mungkin aku terlalu pasrah
Tanpa upaya yang ku lakukan
Wahai burung... aku ingin sepertimu
Tidak takut dengan konsekuensi lepas dari perangkap, hidup atau mati
Tetapi kau... hanya fokus pada upayamu untuk bebas

Wahai burung, aku juga ingin bebas
Bergerak selaras dengan waktu
Berdetak selaras dengan jam
Berputar selaras dengan Bumi
Berhembus selaras dengan angin

Maka, pada detik ini aku akan berupaya
Berupaya untuk bebas
Ya, BEBAS. 
Selamat tinggal jerat lekat
Meski mati yang ku dapati, takkan menyesal hati