Jam terus berdetak
Bumi terus berputar
Bahkan angin tetap berhempus
Aku...
Bagaimana denganku?
Sejenak berdiam pada waktu yang terus berjalan
Hingga tanpa kusadari, aku tak pernah bergerak
Stagnan dalam biasnya keceriaan
Kerap kali ku bertanya
Kemanakah kaki ini harus melangkah
Bagaimana aku bisa melangkah
Sedangkan jeratan ini begitu lekat
Hingga ku lihat seekor burung
Sekuat tenaga berupaya lepas dari jeratan perangkap
Tanpa keluh kesah, berupaya dengan kuatnya
Tertohok aku karenanya
Bagaimana mungkin aku terlalu pasrah
Tanpa upaya yang ku lakukan
Wahai burung... aku ingin sepertimu
Tidak takut dengan konsekuensi lepas dari perangkap, hidup atau mati
Tetapi kau... hanya fokus pada upayamu untuk bebas
Wahai burung, aku juga ingin bebas
Bergerak selaras dengan waktu
Berdetak selaras dengan jam
Berputar selaras dengan Bumi
Berhembus selaras dengan angin
Maka, pada detik ini aku akan berupaya
Berupaya untuk bebas
Ya, BEBAS.
Selamat tinggal jerat lekat
Meski mati yang ku dapati, takkan menyesal hati
Inspired after doing my assignment and it took place in Bengawan Solo Coffee, D'Mall HAHAAHA.
Instead continuing my other assignment, I wrote this poem. It's okay maybe I need refreshing haha.
This is how I expressing my feeling, to motivate myself. I KNOW I CAN DO THIS AND I WILL BE SUCCESS AS LONG AS I GIVE MY BEST.
-Q (2017, March 12)
No comments:
Post a Comment