Thursday, June 21, 2018

Mahalnya!

Tentang kisah pilu
Seorang anak pembawa berkah
Bukan tentang ekonomi keluarganya yang serba pas-pasan 
Ini tentang mengenyam pendidikan

Dilamunannya ia bergumam,
Bukankah ilmu tak terbatas?
Tak ada yang memilikinya secara utuh
Setiap individu bebas untuk berilmu
Tapi ilmu butuh peluh

Bukankah ibu pertiwi malu jika tak kunjung maju?
"Ah klise!" katanya
Padahal kita tahu tombak kemajuan negeri adalah generasi mudanya

Anak itu haus 
Anak itu pilu, gundah
Anak itu malu
Karena dia tahu, dia butuh berilmu

Agaknya kelu di sekujur tubuh
Melihat angka yang harus ditebus 
Hanya demi ilmu
Bukankah ilmu tak bertumpu?

Dipecahkannya ayam gempal di balik ranjang 
Takkan cukup untuk menebus mahalnya ilmu
Duhai ilmu, masih benarkah bahwa kau tak bertumpu?
Atau hanya penguasalah yang mampu berilmu
Lantas memperdaya sampai tak tahu malu
Hingga negeri menjadi kelabu 


Stasiun Gambir 
21 Juni 2018
Qeo

No comments:

Post a Comment